Dinamika Konflik Palestina dari Masa ke Masa



Palestina merupakan wilayah yang memiliki sejarah yang kaya dan kompleks. Kemunculan negara ini berawal dari perjuangan sekelompok rakyat dari Arab yang ingin mendirikan negara mereka sendiri. Permukiman manusia di wilayah Palestina telah ada sejak zaman prasejarah, dan bangsa-bangsa seperti Mesir, Persia, Romawi, dan Arab telah menguasai wilayah ini pada masa lalu.


Pada abad ke-19, Palestina dikuasai oleh Kesultanan Utsmaniyah. Dan pada masa inilah penduduk Palestina terdiri dari mayoritas Muslim Palestina, serta minoritas Kristen dan Yahudi. Seiring berjalannya waktu, gerakan nasionalisme Arab Palestina mulai tumbuh dengan tujuan mendapatkan kemerdekaan dari kekuasaan Utsmaniyah pada awal abad ke-20.

Hingga pada 1917, selama Perang Dunia I, Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour yang mendukung pembentukan "Pemukiman Nasional bagi Bangsa Yahudi" di Palestina. Hal ini memicu ketegangan antara penduduk Arab dan pendatang Yahudi serta memperumit proses munculnya negara Palestina. Dan setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa memberikan mandat kepada Inggris untuk mengurus Palestina. Sehingga di tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengusulkan pembagian wilayah Palestina menjadi dua negara: satu untuk orang Yahudi dan satu lagi untuk orang Arab Palestina. Namun, masyarakat Arab Palestina menolak pembagian ini, karena mereka merasa bahwa ini adalah pengambilalihan tanah mereka oleh para imigran Yahudi.

Pada 1948, Inggris mengakhiri mandatnya di Palestina dan negara Israel mendeklarasikan kemerdekaannya. Hal ini memicu Perang Arab-Israel 1948 yang berakibat pada pengusiran sekitar 700.000 orang Palestina dari tanah mereka. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Nakba, yang berarti "bencana" dalam bahasa Arab. Sejak saat itu, konflik antara Palestina dan Israel terus berlanjut sampai sekarang.

Hal-hal lain yang memicu konflik antara Palestina dan Israel meliputi pengembangan pemukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang dianggap ilegal oleh banyak negara dan organisasi internasional. Selain itu, ada juga kekerasan dan serangan teroris dari kedua belah pihak, serta pertikaian terkait status Yerusalem yang dianggap sebagai kota suci bagi tiga agama: Islam, Kristen, dan Yahudi.

Palestina telah mencoba melalui dialog diplomatik, perundingan damai, serta melalui perjuangan bersenjata guna mencapai kemerdekaan dan kedaulatan. Namun, upaya-upaya ini belum membuahkan hasil.

Komentar